Setiap kali scrolling media sosial, ada satu hal yang tak bisa dihindari: serum wajah yang viral. Dari TikTok ke Instagram, hampir semua orang membicarakan tentang produk-produk ini. Saya pun tak luput dari pengaruhnya. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan April, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba serum wajah yang tengah hits ini setelah mendengar testimonial beragam dari teman-teman dan influencer favorit saya.
Sebelum memutuskan untuk membeli serum tersebut, saya sangat mempertimbangkan banyak hal. Saya memiliki kulit kombinasi yang cenderung sensitif dan pernah mengalami breakout sebelumnya akibat produk yang tidak cocok. Adalah sebuah dilema apakah saya harus mengambil risiko lagi atau cukup berpuas diri dengan rutinitas perawatan kulit yang sudah berjalan baik. Namun, serangkaian video testimoni—dari sebelum sesudah pemakaian hingga berbagai perubahan signifikan—membuat rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan.
“Kalau mereka bisa mendapatkan hasil segitu dengan serum ini, kenapa saya tidak?” pikir saya saat itu. Dengan semangat optimis namun disertai sedikit skeptisisme, saya akhirnya melakukan pembelian melalui platform online kesayangan.
Hari pertama pemakaian serum berlangsung di rumah dalam suasana santai. Dengan kondisi kulit bersih setelah mencuci muka dan menggunakan toner, saya mengaplikasikan dua tetes serum ke telapak tangan lalu meratakannya ke wajah dengan lembut.
Aroma fresh dari serum tersebut membuat pengalaman itu lebih menyenangkan—seperti memberi hadiah kecil untuk diri sendiri setelah seharian bekerja keras dari rumah. Namun dalam hati ada pertanyaan besar: “Apakah ini akan memberikan hasil sesuai ekspektasi?”
Saya mulai mencatat kemajuan setiap harinya di buku catatan kecil milik saya (yang sudah menjadi kebiasaan baru sejak pandemi). Hari kedua muncul sedikit kekeringan di area pipi kanan; kemungkinan karena terlalu banyak produk sebelumnya atau reaksi awal terhadap bahan aktif dalam serum tersebut.
Ada rasa cemas tersendiri saat melihat refleksi diri di kaca sambil berkata “Semoga ini bukan tanda negatif”. Namun, setelah satu minggu penggunaan rutin pagi dan malam tanpa skipping hari – serta bersabar menghadapi beberapa reaksi kulit awal – warna wajah mulai tampak lebih cerah dan tampak lebih sehat.
Tiga minggu berlalu dan perubahan menjadi semakin nyata; noda-noda bekas jerawat mulai memudar secara bertahap dan tekstur kulit terasa jauh lebih halus daripada sebelumnya. Teman dekat bahkan memperhatikan perubahan itu tanpa perlu memberitahu mereka bahwa saya sedang mencoba produk baru!
Tentu saja tidak semuanya sempurna; kadang masih timbul sedikit jerawat ketika stres melanda atau ketika pola tidur terganggu akibat pekerjaan remote yang sering kali membuat waktu tidur tak teratur. Namun secara keseluruhan, pengalaman menggunakan serum wajah ini melebihi ekspektasi awal meskipun terdapat beberapa momen penuh tantangan selama prosesnya.
Dari perjalanan mencoba serum viral ini, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil:
Kembali lagi kepada pengalaman pribadi dengan positivitypledge, itulah salah satu mantra hidupku selama menjalani journey ini—mengutamakan sikap positif meski menghadapi tantangan sekaligus belajar menghargai langkah kecil menuju kesehatan wajah yang lebih baik. Akhir kata, bagi Anda yang penasaran ingin mencoba barang viral ini—siapkan mental juga agar siap dengan segala risiko!
Perkembangan teknologi informasi telah membawa kita ke sebuah titik di mana hiburan bukan lagi sekadar…
Industri permainan daring di Asia, khususnya di Indonesia, sedang mengalami fase transformasi yang sangat dinamis.…
Dunia permainan daring saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari hiburan…
Buat sebagian besar Slotters, mesin slot mungkin cuma keliatan kayak gambar muter yang sesekali kasih…
Dalam sejarah kebudayaan pangan Eropa, nama memiliki bobot yang lebih dari sekadar penanda. Ia menyimpan…
Selamat datang di Positivity Pledge. Kita sering mendengar kalimat, "Berpikirlah positif, maka hal baik akan…